Tampilkan postingan dengan label Surat Al-Kahfi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Al-Kahfi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juni 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 9


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُوا۟ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا 


Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?


Di dalam ayat ini dan selanjutnya, Allah Subhanahu wata'ala menceritakan kisah pemuda penghuni gua yang tidur selama lebih dari 300 tahun.


Janganlah kita mengira bahwa hal itu merupakan bukti kekuasaan Allah yang paling menakjubkan, karena banyak lagi tanda kekuasaan Allah yang lebih menakjubkan. Penciptaan langit dan bumi jauh lebih menakjubkan bagi orang yang memikirkan.


Ketika itu, penguasa Nasrani Decyanus sudah jauh menyimpang, bahkan dia memerintahkan rakyatnya untuk menyembah berhala. Yang menentangnya akan dibunuh.


Sekelompok pemuda yang bertahan dengan keimanannya menyingkir dan bersembunyi di dalam gua. Dalam perjalanannya, berjumpa dengan seorang gembala dengan anjingnya yang kemudian ikut bersembunyi ke dalam gua untuk beribadah kepada Allah dengan aman tanpa gangguan.


Wallahua'lam.

Sabtu, 01 April 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 8

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيۡهَا صَعِيدًا جُرُزًا 


*Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.*


Ayat ini menjelaskan bahwa bahwa Allah Subhanahu wata'ala yang mampu menciptakan dunia ini dengan segala perhiasannya, Dia mampu pula untuk menjadikan semua perhiasan tersebut lenyap pada suatu masa kelak. Semua perhiasan yang ada di atas bumi ini ada batas waktunya, dan jika telah sampai waktunya maka semua yang ada di bumi akan hancur binasa. Allah kelak akan menjadikan bumi ini menjadi dataran yang rata dan tandus.


Itu semua sebagai batu ujian bagi umat manusia. Bagi mereka yang lulus dalam ujian tersebut, maka Allah akan memberikan pahala yang paling baik, yakni surga. Dan bagi mereka yang gagal, maka Allah akan mengadzabnya.


Tugas Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam hanyalah menyampaikan petunjuk-petunjuk Allah kepada umat manusia. Karena itu hendaklah beliau tidak bersedih hati dengan sikap kaum yang menentang dakwah beliau.


Wallahua'lam.

Kamis, 09 Maret 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 7

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةً لَّهَا 


*Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, ....*


Dalam penggalan ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala menjelaskan bahwa segala apa yang ada di bumi ini diciptakan sebagai perhiasan bagi bumi, baik yang berupa binatang, tumbuh-tumbuhan dari berbagai jenis, yang di lautan maupun di daratan, juga barang-barang tambang yang beraneka ragam, dan lain sebagainya.


Jika manusia mau menggunakan akal pikirannya, maka semuanya akan memberikan isyarat akan adanya Sang Pencipta.


Kemudian jika manusia mau menaati perintah Sang Pencipta dan menjauhi larangan-Nya, dan menggunakan segala benda-benda perhiasan dunia itu untuk mengabdikan diri kepada-Nya dan untuk kemaslahatan manusia, maka Allah akan memberi mereka pahala yang sangat besar.


Akan tetapi bilamana untuk mendurhakai Allah dan membuat kerusakan, maka Allah akan menimpakan kepada mereka azab yang besar pula.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

 لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلًا

*..., untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.*

Penggalan ayat ini menjelaskan bahwa segala perhiasan bumi ini diciptakan oleh Allah untuk menguji manusia apakah mereka mau beriman kepada-Nya atau tidak.

Juga untuk menguji siapakah di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya.

Sejarah umat manusia telah membuktikan bahwa mereka selalu berlomba-lomba memperebutkan benda-benda perhiasan bumi itu karena merupakan benda-benda ekonomi sumber penghidupan manusia. Karena benda-benda itu pula manusia bisa saling berbunuh-bunuhan satu sama lain yang akhirnya menimbulkan kehancuran.

Hal itu tidak akan terjadi jika manusia menyadari bahwa benda-benda perhiasan bumi itu merupakan anugerah Allah untuk dimanfaatkan bagi kemanusiaan dan pengabdian kepada Allah Subhanahu wata'ala.

Rasulullah pernah bersabda:

*"Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Allah menunjuk kalian sebagai penguasa di atasnya lalu Dia melihat apa yang kamu kerjakan."*

Wallahua'lam.

Jumat, 03 Maret 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 6


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ 


*Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, ....*


Di dalam penggalan ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala menghibur hati Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam karena beliau sangat bersedih dan kecewa terhadap sebagian besar kaumnya yang menentang dakwah beliau dan tidak mau menerima al-Qur'an sebagai pdoman hidup mereka.


Allah Subhanahu wata'ala mengingatkan beliau agar tidak bersedih hati sehingga merusak kesehatan beliau karena kekecewaan terhadap kaumnya yang mengingkari kenabian beliau.


Hal demikian itu tidak patut membuat beliau bersedih, karena tugas beliau hanyalah menyampaikan wahyu Ilahi kepada mereka. Sdangkan kesediaan jiwa mereka untuk menerima kebenaran ayat-ayat al-Qur'an itu tergantung kepada hidayah Allah.


Hal itu semakna dengan firman-Nya dalam Surah al-Baqarah ayat 272:


لَّيۡسَ عَلَيۡكَ هُدَىٰهُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِى مَن يَشَآءُۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنۡ خَيۡرٍ فَلِأَنفُسِكُمۡۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ ٱللَّهِۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنۡ خَيۡرٍ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ 


*Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizhalimi (dirugikan).*


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُوا۟ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا 


*”..., sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).”*


Ini masih lanjutan penjelasan tentang ayat yang berisi penghibur hati dari Allah Subhanahu wata'ala kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam agar beliau tidak bersedih hati karena sikap kaumnya yang tidak mau beriman dan menerima kebenaran al-Qur'an sebagai wahyu dari Allah untuk petunjuk kepada umat manusia.


Hendaklah Rasulullah terus menyampaikan dakwahnya dengan bijaksana. Sebab manusia itu merupakan makhluk yang telah dikaruniai akal oleh Allah Subhanahu wata'ala. Dengan akal pikirannya itu manusia dapat merenungkan kebenaran ayat-ayat al-Qur'an dan ayat-ayat kauniyah yang ada di alam semesta ini.


Barang siapa yang mau menerima petunjuk Ilahi, maka manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri, dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia hanya menyesatkan dirinya sendiri.


Hendaklah Rasulullah tidak merusakkan dirinya sendiri karena sedih dan kecewa atas penolakan mereka itu.


Wallahua'lam.

Senin, 27 Februari 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 5


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


مَّا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمۡۚ 


*Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. ....*


Penggalan ayat ini menjelaskan bahwa anggapan kaum kafir yang mengatakan Allah mempunyai anak itu sama sekali tidak didasarkan pada pengetahuan yang benar dan dapat diterima oleh akal sehat.


Keyakinan mereka itu hanya didasarkan pada persangkaan yang tidak benar dan hanya mengikuti secara membabi buta kepada keyakinan nenek moyang mereka. Padahal nenek moyang mereka itu juga tidak memiliki pengetahuan yang benar, yang mendasari keyakinan dan kepercayaan mereka itu.


Kaum kafir dan pendahulu mereka itu hanya membuat-buat keyakinan mereka itu berdasarkan khayalan dan hawa nafsu mereka saja, tanpa dilandasi ilmu pengetahuan yang benar.


Mustahil bagi Allah memiliki anak, karena Dia adalah Dzat Yang Mahasempurna dan tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya.


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

 كَبُرَتۡ كَلِمَةً تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ  


*.... Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; ....*


Penggalan ayat ini berisi kecaman Allah Subhanahu wata'ala terhadap ucapan yang keluar dari mulut kaum kafir, yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak.


Mereka dengan lancang mengeluarkan ucapan yang tidak dilandasi pengetahuan yang benar. Ucapan tersebut sangat merendahkan martabat Allah Subhanahu wata'ala Yang Mahakuasa dan Mahasempurna. Allah menegaskan bahwa ucapan itu adalah bentuk kekafiran yang sangat besar dan tidak patut diucapkan oleh seorang manusia.


Allah Subhanahu wata'ala memerintahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk mengajak umat manusia supaya kembali kepada agama tauhid yang murni sebagaimana yang diajarkan oleh al-Qur'an.


Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 64:


قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ تَعَالَوۡا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَلَّا نَعۡبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِۦ شَيۡئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا أَرۡبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡا۟ فَقُولُوا۟ ٱشۡهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ 


*Katakanlah (Muhammad): “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka): “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”*


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

 إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا 


*...; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.*


Di dalam penggalan ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala menegaskan bahwa ucapan kaum kafirin yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak itu merupakan perkataan dusta.


Muhammad Ibnu Ishaq menyebutkan Asbabun Nuzul dari ayat ini adalah bahwa orang-orang kafir Quraisy mengutus An-Nadr dan Uqbah agar bertanya kepada ulama orang Yahudi di Madinah apakah Muhammad itu benar seorang Rasul atau bukan.


Yahudi itu menjawab:


*"Tanyakan kepadanya tentang 3 perkara:*


*1). Tentang beberapa orang pemuda yang meninggalkan kaumnya di masa silam;*

*2). Tentang seorang lelaki yang melanglang buana sampai ke timur dan barat;*

*3). Tentang apakah roh itu.*


*Jika dia dapat menjawab, maka dia adalah seorang nabi dan kalian harus mengikutinya. Tapi jika tidak dapat menjawab, maka dia hanya mengaku nabi, dan terserah kepada kalian untuk bersikap."*


Maka turunlah ayat-ayat tentang Ashabul Kahfi, Dzulkarnain, dan ayat tentang roh.


Wallahua'lam.

Rabu, 01 Februari 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 4:

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا 

*Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.”*

Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala kembali menyebutkan tentang tugas Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk memberikan peringatan kepada kaum kafir, karena kekufuran mereka itu dipandang sebagai perkara yang besar di sisi Allah, terutama orang-orang kafir yang mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak.

Mereka itu terbagi menjadi 3 golongan, yaitu:

Pertama, golongan musyrikin Mekkah (Arab) yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu merupakan anak perempuan Tuhan;

Kedua, golongan Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair itu adalah putra Tuhan;

Ketiga, golongan Nasrani yang mengatakan bahwa Isa itu putra Tuhan.

Al-Qur'an diturunkan ke dunia untuk mengembalikan kepercayaan umat manusia kepada tauhid yang murni.

Banyak ayat al-Qur'an yang mengancam orang-orang yang bertuhan kepada selain Allah, dan hal itu merupakan keyakinan yang sangat keliru dan sesat.

Wallahua'lam.

Rabu, 04 Januari 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 3

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا 


*Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.*


Ayat ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya yang berisi janji Allah terhadap orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh selama hidup di dunia, kelak di Akhirat akan diberi oleh Allah balasan yang baik.


Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa balasan yang baik tersebut tidak lain adalah mereka akan ditempatkan di dalam surga dan akan tetap tinggal di sana untuk selama-lamanya.


Mereka tidak akan pindah atau dipindahkan dari surga tersebut selamanya, sesuai dengan janji Allah di dalam Surah az-Zukhruf ayat 72:


وَتِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ 


*Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.*


Di dalam al-Qur'an, terdapat banyak ayat yang menyebutkan janji baik bagi orang beriman dan beramal saleh, bahwa kelak di Akhirat mereka akan dibalas dengan segala kesenangan yang disukai oleh jiwa manusia.


Wallahua'lam.

Senin, 26 Desember 2022

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 2 (bag.2):

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


 وَيُبَشِّرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنًا 


*..., dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,*


Penggalan ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an selain untuk memberi peringatan kepada kaum yang kafir dan mengingkari kitab Al-Qur'an akan kerasnya adzab Allah untuk mereka di Akhirat kelak, juga untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa kelak mereka akan memperoleh pahala yang besar dari Allah Subhanahu wata'ala, karena keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya itu. Juga karena amal saleh serta kebajikan yang telah mereka lakukan selama kehidupannya di alam dunia.


Pahala yang besar di sisi Allah pada hari Kiamat itu berupa keridhaan Allah dan dimasukkanya mereka ke dalam surga, yang keindahan dan kenikmatan di dalamnya belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia di dunia ini.


Wallahua'lam.

Rabu, 21 Desember 2022

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 2 (bag.1)

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأۡسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنۡهُ 


*Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya ...,*


Penggalan ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an itu suatu kitab yang lurus. Artinya tidak cenderung berlebih-lebihan dalam memberikan peraturan, sehingga memberatkan para hamba-Nya.


Tetapi juga tidak terlalu singkat sehingga manusia memerlukan kitab yang lain untuk menetapkan peraturan-peraturan hidupnya.


Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam agar beliau memperingatkan orang-orang kafir akan azab yang besar dari Allah karena keingkaran mereka kepada Al-Qur'an.


Ada Adzab yang ditimpakan di dunia dan ada adzab yang ditangguhkan hingga hari Kiamat, dan itu merupakan adzab yang sangat pedih.


Adzab dari sisi Allah di Akhirat kelak tidak bisa dibayangkan dahsyatnya. Tiada seorang pun yang dapat mengadzab seperti adzab yang diberikan-Nya, dan tak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.


Wallahua'lam.

Selasa, 20 Desember 2022

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 1

 

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ 


*Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;*


Surah ini diawali dengan pujian Allah Subhanahu  terhadap diri-Nya sendiri, sebab Dialah yang menurunkan Kitab Suci Al-Qur'an kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebgai pedoman hidup yang jelas.


Melalui Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus.


Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang menerima amanat-Nya untuk menyampaikan Al-Qur'an kepada umat manusia, dalam ayat ini disebut sebagai *"hamba-Nya,"* yang mengandung makna kehormatan besar bagi beliau, sebesar amanat yang dibebankan ke atas pundak beliau.


Kitab Al-Qur'an merupakan nikmat paling besar yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wata'ala kepada penduduk bumi, karena berkat Al-Qur'an, mereka dikeluarkan dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang.


Ayat-ayat Al-Qur'an saling mengukuhkan satu dengan yang lain sehingga tidak ada keraguan dan kebengkokan di dalamnya.


Wallahua'lam.

Walimatul Ursy Non Muslim

 Pertanyaan : Bagaimana hukum mendatangi undangan walimatul ursy ,sedangkan yang mengundang adalah non muslim ? Jawaban : Ditafshil : - Jika...