Jumat, 03 Maret 2023

Istinja'

       Istinja' adalah membersihkan tempat (qubul dan dubur ) setelah keluarnya kotoran darinya.Adapun hukumnya wajib,dan yang digunakan dalam beristinja' adalah air suci dan mensucikan,dan juga bisa diganti dengan menggunakan tiga batu sebagai ganti air.     

    Najis menurut bahasa adalah segala sesuatu yang menjijikkan,sedangkan menurut syara' adalah sesuatu yang dianggap menjijikkan yang dapat mencegah sahnya shalat,sekira syara' tidak memberikan toleransi (rukhshoh/kelonggaran)

Adapun adab buang air besar atau air kecil adalah sebagai berikut 

  1. Mendahulukan kaki kiri daripada kaki kanan ketika masuk jamban (Toilet),dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari jamban (Toilet).
  2. Sebaiknya diam/tidak berkata-kata ketika berada didalam jamban kecuali terpaksa,semisal dalam bahaya atau melihat hewan buas didalam jamban.
  3. Jangan membuang air besar atau kecil pada air yang tidak mengalir atau diam
  4. Hendaklah membaca do'a ketika keluar atau masuk jamban.
  5. Hendaklah buang air kecil atau besar jauh dari keramaian / orang yang berlalu lalang.
  6. Hendaklah ketika buang air kecil atau besar ditempat yang tertutup.
  7. Jangan buang air besar atau kecil pada lubang tanah.
  8. Jangan buang air besar atau kecil menghadapp kearah kiblat (Ka'bah) ,atau membelakanginya ketika buang air besar atau kecil di tempat yang terbuka.


Doa Shalat Witir


أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَا فِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَّامَ الْعَافِيَّةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَّةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَا مَنَا وَقِيَا مَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ   

Allahumma innaa nas-aluka iimaanan daaiman wanas-aluka qolban khoosyi'an wanas-aluka 'ilman naafi'an wanas-aluka yaqiynan shoodiqon wanas-aluka 'amalan shoolihan wanas-aluka diynan qoyiman wanas-aluka khoiron katsiiron wanas-alukal 'afwa wal'aafiyata wanas-aluka tammaamal 'aafiyati wanas-alukas syukro 'alal 'afiyati wanas-alukal ghinaa 'aninnaasi,Allahumma robbana taqobbal minna sholaatana washiyaa mana waqiyaamana watakhasyu'ana  watadhorru 'ana wata'abbudanaa watammim taqshiyranaa Yaa Allah Yaa arkhamarraa himiyna washalallahu 'alaa khairi khalqihi sayyidina muhammadin wa'alaa aalihi washahbihi ajma'iin walhamdulillahi rabbil 'aalamiin.

"Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyu', ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang shalih, agama yang lurus, kebaikan yang banyak.kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesaama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyukan, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad saw, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.



Rabu, 01 Maret 2023

Shalat Tarawih

     Shalat tarawih adalah shalat sunah yang dilaksanakan setelah shalat Isya' dibulan Ramadhan .Adapun bilangannya rakaat shalat tarawih terdapat perbedaan pendapat ,ada yang mengatakan 20 raka'at.Dan ada pula yang berpendapat 8 raka'at.Kedua pendapat tersebut pasti mempunyai dasar atau dalil yang dijadikan pedoman pelaksanaan shalat tarawih tersebut.Namun dalam artikel ini,kami menjelaskan mengenai shalat tarawih yang berjumlah 20 raka'at.

Niat shalat sunah tarawih

1.Untuk Imam 

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarowiihi rok'atayini mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta'ala

Artinya : Aku niat shalat sunah tarawih dua raka'at dengan menghadap kiblat ,ada'/tunai sebagai imam ,karena Allah ta'ala


2. Untuk Ma'mum


اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarowihi rok'atayini mustaqbilal qiblati adaan ma'muman lillahi ta'ala

Artinya : Aku niat shalat sunah tarawih dua raka'at dengan menghadap kiblat ,ada'/tunai sebagai ma'mum ,karena Allah ta'ala


Adapun surat-surat yang dibaca setelah baca surat al-fatihah tidak ada ketentuan khusus,namun agar tartib dapat menggunakan jadwal surat shalat tarawih sebagai berikut :

1.Rakaat pertama                     : Surat At-Takaatsur

2.Rakaat kedua                        : Surat Al-Ikhlash

3.Rakaat Ketiga                       : Surat An-'Ashr

4.Rakaat Keempat                   : Surat Al-Ikhlash

5.Rakaat Kelima                      : Surat Al-Humazah

6.Rakaat Keenam                    : Surat Al-Ikhlash

7.Rakaat Ketujuh                     : Surat At-Takaatsur

8.Rakaat Kedelapan                 : Surat Al-Ikhlash

9.Rakaat Kesembilan               : Surat Al-Quraisy

10.Rakaat Kesepuluh               : Surat Al-Ikhlash

11.Rakaat Kesebelas                : Surat Al-Maa'uun

12.Rakaat Kedua belas            : Surat Al-Ikhlash

13.Rakaat Ketiga belas            : Surat Al-Kautsar

14.Rakaat Keempat belas        : Surat Al-Ikhlash

15.Rakaat Kelima belas          : Surat Al-Kafirun

16.Rakaat Keenam belas         : Surat Al-Ikhlash

17.Rakaat Ketujuh belas         : Surat An-Nashr

18.Rakaat Kedelapan belas     : Surat Al-Ikhlash

19.Rakaat Kesembilan belas   : Surat Al-Lahab

20.Rakaat Kedua puluh           : Surar Al-Ikhlas


Sholat Sunah Witir

 Shalat sunah witir adalah shalat sunah yang tidak disunahkan berjama'ah,kecuali dalam bulan Ramadhan .Adapun jumlah shalat witir paling sedikit satu raka'at ,paling banyak sebelas raka'at dan diakhiri dengan rakaat ganjil.Untuk waktunya setelah shalat Isya' sampai munculnya fajar shidiq.

adapun niatnya adalah sebagai berikut :


أصلي سنة الوتر ركعتين(إماما/مأموما) لله تعال

Usholli sunnatal witri rok'ataini (imaman/ma'muman) lillahi ta'ala

Artinya: Aku niat shalat sunah witir dua raka'at (menjadi imam/berma'mum) karena Allah ta'ala


أصلي ينةالوتر ركعة (إماما/مأموما)لله تعالى

Ushalli sunnatal witri rok'atan (Imaman/ma'muman) lillahi ta'ala

Artinya : Aku niat shalat sunah witit satu raka'at (Menjadi imam/berma'mum) karena Allah ta'ala

Senin, 27 Februari 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 5


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


مَّا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمۡۚ 


*Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. ....*


Penggalan ayat ini menjelaskan bahwa anggapan kaum kafir yang mengatakan Allah mempunyai anak itu sama sekali tidak didasarkan pada pengetahuan yang benar dan dapat diterima oleh akal sehat.


Keyakinan mereka itu hanya didasarkan pada persangkaan yang tidak benar dan hanya mengikuti secara membabi buta kepada keyakinan nenek moyang mereka. Padahal nenek moyang mereka itu juga tidak memiliki pengetahuan yang benar, yang mendasari keyakinan dan kepercayaan mereka itu.


Kaum kafir dan pendahulu mereka itu hanya membuat-buat keyakinan mereka itu berdasarkan khayalan dan hawa nafsu mereka saja, tanpa dilandasi ilmu pengetahuan yang benar.


Mustahil bagi Allah memiliki anak, karena Dia adalah Dzat Yang Mahasempurna dan tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya.


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

 كَبُرَتۡ كَلِمَةً تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ  


*.... Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; ....*


Penggalan ayat ini berisi kecaman Allah Subhanahu wata'ala terhadap ucapan yang keluar dari mulut kaum kafir, yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak.


Mereka dengan lancang mengeluarkan ucapan yang tidak dilandasi pengetahuan yang benar. Ucapan tersebut sangat merendahkan martabat Allah Subhanahu wata'ala Yang Mahakuasa dan Mahasempurna. Allah menegaskan bahwa ucapan itu adalah bentuk kekafiran yang sangat besar dan tidak patut diucapkan oleh seorang manusia.


Allah Subhanahu wata'ala memerintahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk mengajak umat manusia supaya kembali kepada agama tauhid yang murni sebagaimana yang diajarkan oleh al-Qur'an.


Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 64:


قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ تَعَالَوۡا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَلَّا نَعۡبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِۦ شَيۡئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا أَرۡبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡا۟ فَقُولُوا۟ ٱشۡهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ 


*Katakanlah (Muhammad): “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka): “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”*


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

 إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا 


*...; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.*


Di dalam penggalan ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala menegaskan bahwa ucapan kaum kafirin yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak itu merupakan perkataan dusta.


Muhammad Ibnu Ishaq menyebutkan Asbabun Nuzul dari ayat ini adalah bahwa orang-orang kafir Quraisy mengutus An-Nadr dan Uqbah agar bertanya kepada ulama orang Yahudi di Madinah apakah Muhammad itu benar seorang Rasul atau bukan.


Yahudi itu menjawab:


*"Tanyakan kepadanya tentang 3 perkara:*


*1). Tentang beberapa orang pemuda yang meninggalkan kaumnya di masa silam;*

*2). Tentang seorang lelaki yang melanglang buana sampai ke timur dan barat;*

*3). Tentang apakah roh itu.*


*Jika dia dapat menjawab, maka dia adalah seorang nabi dan kalian harus mengikutinya. Tapi jika tidak dapat menjawab, maka dia hanya mengaku nabi, dan terserah kepada kalian untuk bersikap."*


Maka turunlah ayat-ayat tentang Ashabul Kahfi, Dzulkarnain, dan ayat tentang roh.


Wallahua'lam.

Rabu, 01 Februari 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 4:

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا 

*Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.”*

Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala kembali menyebutkan tentang tugas Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk memberikan peringatan kepada kaum kafir, karena kekufuran mereka itu dipandang sebagai perkara yang besar di sisi Allah, terutama orang-orang kafir yang mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak.

Mereka itu terbagi menjadi 3 golongan, yaitu:

Pertama, golongan musyrikin Mekkah (Arab) yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu merupakan anak perempuan Tuhan;

Kedua, golongan Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair itu adalah putra Tuhan;

Ketiga, golongan Nasrani yang mengatakan bahwa Isa itu putra Tuhan.

Al-Qur'an diturunkan ke dunia untuk mengembalikan kepercayaan umat manusia kepada tauhid yang murni.

Banyak ayat al-Qur'an yang mengancam orang-orang yang bertuhan kepada selain Allah, dan hal itu merupakan keyakinan yang sangat keliru dan sesat.

Wallahua'lam.

Rabu, 04 Januari 2023

Tadarus Surah al-Kahfi ayat 3

Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا 


*Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.*


Ayat ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya yang berisi janji Allah terhadap orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh selama hidup di dunia, kelak di Akhirat akan diberi oleh Allah balasan yang baik.


Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa balasan yang baik tersebut tidak lain adalah mereka akan ditempatkan di dalam surga dan akan tetap tinggal di sana untuk selama-lamanya.


Mereka tidak akan pindah atau dipindahkan dari surga tersebut selamanya, sesuai dengan janji Allah di dalam Surah az-Zukhruf ayat 72:


وَتِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ 


*Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.*


Di dalam al-Qur'an, terdapat banyak ayat yang menyebutkan janji baik bagi orang beriman dan beramal saleh, bahwa kelak di Akhirat mereka akan dibalas dengan segala kesenangan yang disukai oleh jiwa manusia.


Wallahua'lam.

Walimatul Ursy Non Muslim

 Pertanyaan : Bagaimana hukum mendatangi undangan walimatul ursy ,sedangkan yang mengundang adalah non muslim ? Jawaban : Ditafshil : - Jika...